iklan

BIG PROMO

PASANG IKLAN

INGIN BERIKLAN DISINI? CARANYA GAMPANG,

, KLIK DISINI!!!!

BIG PROMO

MAKE YOUR DOLLARS HERE!!!!

MOHON BANTUAN ANDA SEMUA

PENTING!!!!SEBELUM MEMBACA,,,!!!!!COBA !!!!!!KLIK DISINI!!!!!!!!!!



Jumat, 26 April 2013

Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Menjanjikan Pekerjaan dan Masa Depan di Indonesia

Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Menjanjikan Pekerjaan dan Masa Depan di Indonesia - Ada banyak sekali pilihan jurusan kuliah di Indonesia sekarang ini dari berbagai kampus / universitas yang ada di daerah anda. Kebanyakan dari anda mungkin kuliah bertujuan untuk meraih gelar dan masa depan yang lebih baik, mudah mendapat pekerjaan bukan. Berikut kami hadirkan sebelah pilihan jurusan kuliah terbaik bagi anda yang sedang bingung memilih jurusan kuliah terbaik cocok dan yang akan mudah mendapat pekerjaan nantinya.
 


11 Pilihan Jurusan Kuliah Paling Menjanjikan Di Masa Depan

Berikut ini beberapa data seputar pilihan jurusan kuliah terbaik di Indonesia dan kemungkinannya untuk mendapatkan pekerjaan / penghasilan untuk masa depan. 
1. Jurusan Teknik Informatika (Pengalaman Pribadi)
Alasan utama dari aku tetapkan jurusan TI sebagai Jurusan Kuliah terbaik ialah karena admin blog ini dulunya berkuliah di jurusan TI dan merasakan betul dampak dari berkuliah dari jurusan TI yakni bisa lebih mengetahui perkembangan teknologi sekarang bahkan bisa meraih penghasilan lewat dunia maya bahkan pernah bekerja di Perusahaan Besar di Indonesia.

2. Jurusan Kuliah Pendidikan
Menurut hasil survei bahwa sekitar 94,8 persen alumni dari lulusan sarjana pendidikan langsung bekerja sesaat setelah lulus dari perguruan tinggi.

3. Jurusan Kuliah Farmasi
Lapakan pekerjaan untuk lulusan jurusan ini juga terbukti sangat menjanjikan. Sekitar 94 persen alumni jurusan ini, khususnya dalam bidang biomedis serta neurologi akan cepat memperoleh pekerjaan setelah lulus.

4. Jurusan Kuliah Hukum
Bila Anda adalah seseorang yang ingin mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah dan dengan gaji yang sangat sesuai, maka sebagai pilihannya adalah jurusan fakultas hukum. Sudah bukan rahasia lagi, para alumni lulusan ini mudah mencari kerja. Menurut survei, 91,9 persen lulusan Hukum di tahun 2010/2011 langsung bekerja setelah lulus.

5. Jurusan Kuliah Pertanian
Meski sering dianggap kurang elit pada perguruan tinggi, tetapi pada dewasa ini keberadaan pertanian dan bidang lain yang terkait memiliki lapangan kerja yang luas dan ilmu yang berguna secara langsung. Menurut survei bahwa sekitar 91,3 persen sarjana yang lulus pada tahun 2010/2011 menemukan bekerja hanya dalam enam bulan setelah lulus.

6. Jurusan Kuliah Biologi
Banyak bidang pekerjaan yang bisa dimasuki oleh lulusan jurusan ini, apalagi yang terkait bioteknologi dan industri terkait yang kini tengah booming. Tercatat, sekitar 90,9 persen sarjananya segera memperoleh pekerjaan atau melanjutkan studi setelah lulus.

7. Jurusan Kuliah Bahasa
Kemampuan untuk berbicara dalam bahasa asing merupakan kemampuan yang sangat berharga dalam bursa lapangan kerja dewasa ini. Pada rentang waktu 2010/2011, sekitar 90,3 persen lulusan Bahasa bekerja sesaat setelah lulus.

8. Jurusan Kuliah Sejarah dan Filsafat
Kehadiran dua jurusan ini dinilai mengejutkan. Pasalnya, sekitar 90,1 persen lulusannya juga telah menemukan pekerjaan atau meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi hanya dalam 6 bulan. Mereka kerap menyingkirkan pencari kerja lainnya dalam lapangan kerja umum, bahkan yang berasal dari jurusan Teknik, Arsitektur, dan Ilmu Komputer.

9. Jurusan Kuliah Matematika
Para lulusan Matematika terkenal banyak dicari di lapangan pekerjaan. Menurut survei ini, sebanyak 89,9 persen alumni jurusan Matematika yang lulus tahun 2010/2011 juga sudah mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi paling tidak 6 bulan setelah lulus.

10. Jurusan Kuliah Fisika
Sekitar 89,9 persen dari seluruh sarjana Ilmu Fisika di rentang waktu 2010-2011 menemukan pekerjaan atau melanjutkan studi mereka paling lambat 6 bulan setelah lulus.

11. Jurusan Kuliah Kedokteran.
Aku pasang diposisi terakhir namun justru Jurusan inilah yang menurutku bisa menghasilkan masa depan yang sangat bagus. Kebanyakan lulusan dari kedokteran memang dikenal cepat memperoleh pekerjaan begitu lulus. Survei menunjukkan sekitar 99,4 persen para lulusan kedokteran mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi paling tidak 6 bulan setelah lulus. 
 
Selain 11 Jurusan diatas masih banyak jurusan lainnya dan semua Jurusan Diatas tentu memiliki rezekinya masing-masing jadi semua tergantung anda untuk memilih Jurusan Kuliah yang mana cocok bagi anda dan sesuai minat anda.

DOWNLOAD GAME HAPE GRATIS

download game, tema, music, ringtone hape terlengkap dan yang terpenting gratis,,,,,,hehehehehe, KLIK DISINI!!!!

Ninja ZX-14 vs Suzuki Hayabusa

Bart Madson
Bashing away at an MCUSA keyboard for more than half a decade, Madson lends his scribbling input on everything from bike reviews to industry features and motorcycle racing reports.



The open-class sportbike heavyweights return for a rematch, with the re-designed Suzuki Hayabusa aiming to retake its crown from the re-tuned Kawasaki ZX-14.
Ladies and gentlemen, may we have your attention ringside please. MotorcycleUSA.com is proud to present, for your adrenaline-pulsing entertainment, a comparo of felonious extraordinariousness! A merciless exhibition of titanic magnificence! A heavyweight bout of such gravity, such weight, it can only be described as the greatest two-wheeled extravaganza of all time! Two masters of the dojo from the land of Tojo... The biggest show outta Tokyo! A bitter duel between monster mounts mightier than the majestic massiveness of the Pacific Ocean they cross - the 2008 Kawasaki Ninja ZX-14 and the Suzuki GSX-R1300 Hayabusa!
read more

NINJA 250 VS SUPER SPORT

Posted by mottobiker 
headlampnya sporti an ninja :smile:
headlampnya sporti an ninja :smile:
jumat kemaren,, seorang temen pembesut ninja 250 injeksi hitam, datang ke rumah buat maen maen,, yah kebetulan deh sekalian test ride aja motornya, :mrgreen: , test ridenya pun berjarak sgt pendek cuman 3 km an doank bro,, maklum awan mendung dan udh rintik mau ujan,, meski jalurnya rata rata di dominasi sama track lurus tapi ternyata lumayan ramai, alhasil ga bisa betot gas lebih dalam lagiii,, sayaang sekaliii,,
ga ada tutup tangki jendul,, ini baru sport modern
ga ada tutup tangki jendul,, ini baru sport modern
ok, nyalakan mesin dan caww,, si pemilik ngikutin dari belakang pake gixxer saya (ceritanya tukeran) satu hal yg saya acungi jempol, suara knalpot ninja ini mantap cetar membahana badaaii :mrgreen: malah suara midsprint kgk kedengaran sama sekali, whahahaa, maklum knalpotnya leovince full system lebih joss dari yoshimura nih kyknyaa,, mantaapp, ok, nih motor stabil bro, ada polisi tidur pun redaman suspensinya lembut, ada belokan weleh weleh pdahal rebahnya dikit tapi si ninja mintanya banyaak alias langsung mudah dimiringkan, oya lupaa, walau stang sdh ganti produk aftermarket merk nui,, tapi tetep berada di atas yoke, masih nyaman, dan ntah knpa sepanjang jalan saya jd langsung suka sama motor ini,, ok, setelah hampir memakan jarak 2 km ,, kedua kaki saya pun mulai kerasa agak pegeell nih, walah ternyata footstepnya udh diganti model racing bro, pantess, alhasil footstep pun agak mundur kebelakang dan lebih tinggi sedikit, ini sih enaknya dipake klo stang pun di bawah yoke/segitiga, sehingga kesan racy nya nanti pastidapat,.
734957_4535881833656_1601939384_n
sekarang giliran komparasi bodinya,, waw, bodi ninja 250 baik yg old maupun yg new emang udh moge sangatt, hanya saja yg new ini lebih modern desainnya, tangkinya pun cukup menjulang layaknya er6 series, lampu depan menurut saya malah lebih sporti dibanding gsx :smile: (jujur ini) dgn model dual headlamp jelas sporti kan,, diliat dari belakang pun ninja terliat manis dipadu dgn knalpot leovince,, wah ajib dah pokoknyaa.. nah, sekarang gimana nih kabarnya CBR 250?? masih mau 1 silinder ?? dijamin perlahan pasti bakalan ditinggalin,  dibelahan dunia lain mungkin CBR 250 masih bisa bersaing, tapi di sini?? sport rasa moge yg tdk terkena pajak barang mewah yg aneh itu cuma ya new Ninja 250 ini,,

HUKUM NIKAH SIRRI

Padang (ANTARA News) - Pernikahan siri yang tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak sesuai dengan hukum Islam dan sebaiknya jangan dilakukan oleh kaum muslim.

"Nikah siri itu hukumnya dilarang menurut hukum Islam," kata Sekretaris Pimpinan Wilayah Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama Sumatera Barat, Firdaus, di Padang, Rabu.

Menurut dia, pada masa kini "model" nikah siri ada tiga. Pertama, nikah yang dilangsungkan tanpa kehadiran wali wanitanya. Nikah seperti ini jelas tidak dibenarkan hukum Islam karena bertentangan dengan hadis yang artinya, tidak sah nikah yang dilakukan tanpa wali.

Selanjutnya nikah yang berlangsung memenuhi syarat hukum Islam. Tetapi karena pertimbangan tertentu pernikahan tersebut dirahasiakan terjadinya. Takut dapat stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap negatif pernikahan sirri.

"Kemudian nikah yang memenuhi unsur dan rukun nikah, tapi tidak tercatat secara resmi di lembaga negara yang ditunjuk mengurusi persoalan nikah, yakni KUA," ujar dia.

Dia mengatakan nikah siri pertama jelas tidak memenuhi ketentuan syarat, disebabkan menikah dilakukan tanpa menghadirkan wali wanita.

Diduga kuat ketidakhadiran wali bukan karena berhalangan secara syari sehingga posisinya dapat digantikan wali akrab atau wali wanita lain, tetapi ada faktor kesengajaan. Boleh jadi menghindari kemungkinan kehadiran wali wanita dapat menghalangi perkawinan.

"Nikah siri ini jelas dilarang dan haram hukumnya, karena bertentangan dengan nash," kata dia.

Nikah siri bentuk kedua, segala unsur dan rukun nikahnya terpenuhi tanpa ada satupun yang kurang.

"Persoalannya hanya nikah tersebut dirahasiakan dari pengetahuan orang banyak," jelas Firdaus yang juga Dekan Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang.

Dia menambahkan, nikah siri bentuk ketiga sesungguhnya yang banyak diberitakan saat ini. Unsur dan rukun nikah terpenuhi, tetapi tidak tercatat pada lembaga negara sehingga akan merugikan, terutama pihak perempuan.

"Nikah siri adalah nikah yang tidak tercatat di KUA sehingga tidak ada akta nikah yang dikeluarkan oleh pemerintah. Nikah ini muncul setelah lahir UU Nomor 1/1974 dan PP Nomor 9/1975," ujar dia.

Sementara itu Rais Syuriah PWNU Sumbar, Asassriwarni menyatakan, tidak setuju dengan istilah nikah siri, tapi sebut saja pernikahan yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dia menambahkan, seharusnya rukun nikah ditambah dengan wajib terdaftar di kantor pemerintah (KUA). Sehingga makin tegas, nikah yang tidak tercatat tidak sah. (*)

HUKUM MUT'AH

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya ingin menanyakan tentang nikah mut’ah dalam Islam. Saya janda dengan dua orang anak yang ditinggal suami karena kematian. Saat ini saya menjalani pernikahan mut’ah dengan seorang laki-laki sudah dua tahun lamanya. Kami menikah dengan alasan tidak mau tidak dijalan Allah, saat kami menikah tidak ada siapapun yang tahu tentang pernikahan kami. Waktu terus berlanjut, tapi setiap saya menanyakannya tentang kapan pastinya pernikahan yang sesungguhnya akan dijalankan, pasangan saya selalu bicara dua tahun lagi. Saya mendesak banget kare keluarga juga sudah bertanya dan saya memikirkan perkembangan anak-anak saya nanti. Dia menunda pernikahan yang sebenarnya dengan alas an ada hal-hal yang harus dia buktikan dahulu (pekerjaan) kepada keluarganya. Padahal anak-anak saya sudah merasa bahwa dia adalah bapak mereka dan saya meyakini kalau rezeki tidak akan ke mana. Terus terang pengetahuan saya tentang aturan pernikahan memang tidak banyak, malah dahulu dia yang menyarankan untuk dilakukannya nikah mut’ah antara kami. Yang menjadi pertanyaan saya adalah:
1. Apa dan bagaimana aturan/hadis tentang nikah mut’ah dalam Islam?
2. Sampai kapan nikah mut’ah itu berlaku?
3. Apa yang bisa saya jadikan alas an kuat kepada pasangan agar dapat segera melangsungkan pernikahan sesungguhnya?
Demikian, dan terimakasih atas bimbingannya
Wassalam,
Khadijah.

Jawaban MUI Pusat
Alhamdulillah, was-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah, la haula wala quwwata illa billah, waba’du.
Ibu Khadijah yang budiman, Saya mengapresiasi usaha ibu yang selalu mencari kebenaran, termasuk dalam hal status perkawinan ibu. Perlu diketahui, bahwa kebenaran menurut ajaran Islam adalah jika sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Quran al-karim dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW dalam sunnahnya, sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis yang artinya :
“Aku tinggalkan kepada kalian dua hal yang kalian tidak akan tersesat jika berpegang teguh kepada keduanya: kitab Allah (al-quran) dan sunnah rasulNya” .
Dari hadis tersebut dapat diketahui bahwa ajaran yang tidak sesuai dengan kitabullah dan sunnah rasulNya adalah ajaran yang tersesat jalan, termasuk dalam hal pernikahan.
Dalam ajaran Islam, maksud utama dari pernikahan itu selain sebagai ibadah adalah untuk membangun ikatan keluarga yang langgeng (mitsaqan ghalidzha) yang dipenuhi dengan sinar kedamaian (sakinah), saling cinta (mawaddah), dan saling kasih-sayang (rahmah). Dengan begitu, ikatan pernikahan yang tidak ditujukan untuk membangun rumah tangga secara langgeng, tidaklah sesuai dengan tujuan ajaran Islam.
Di samping itu, jika kita tengok sejarah awal Islam, di mana ketika itu masyarakat jahiliyah tidak memberikan kepada wanita hak-haknya sebagaimana mestinya karena wanita ketika itu lebih dianggap sebagai barang yang bisa ditukar seenaknya, dapat kita ketahui betapa ajaran Islam menginginkan agar para wanita dapat diberikan hak-haknya sebagaimana mestinya. Oleh karenanya, dengan syariat nikah menurut Islam ini, ajaran Islam ingin melindungi para wanita untuk mendapatkan hak-haknya. Para wanita tidak dapat dipertukarkan lagi sebagaimana zaman jahiliyah. Para wanita selain harus menjalankan kewajibannya sebagai istri, juga mempunyai hak untuk diperlakukan secara baik (mu’asyarah bil ma’ruf), dan ketika suami meninggal ia juga dapat bagian dari harta warisan.
Demikian tujuan nikah menurut ajaran Islam. Sedangkan nikah mut’ah adalah nikah kontrak dalam jangka waktu tertentu, sehingga apabila waktunya telah habis maka dengan sendirinya nikah tersebut bubar tanpa adanya talak. Dalam nikah mut’ah si wanita yang menjadi istri juga tidak mempunyai hak waris jika si suami meninggal. Dengan begitu, tujuan nikah mut’ah ini tidak sesuai dengan tujuan nikah menurut ajaran Islam sebagaimana disebutkan di atas, dan dalam nikah mut’ah ini pihak wanita teramat sangat dirugikan. Oleh karenanya nikah mut’ah ini dilarang oleh Islam.
Dalam hal ini syaikh al-Bakri dalam kitabnya I’anah at-Thalibin menyatakan yang artinya:
“Kesimpulannya, nikah mut’ah ini haram hukumnya. Nikah ini disebut nikah mut’ah karena tujuannya adalah untuk mencari kesenangan belaka, tidak untuk membangun rumah tangga yang melahirkan anak dan juga saling mewarisi, yang keduanya merupakan tujuan utama dari ikatan pernikahan dan menimbulkan konsekwensi langgengnya pernikahan”.
Memang benar bahwa nikah mut’ah ini pernah dibolehkan ketika awal Islam, tapi kemudian diharamkan, sebagaimana dinyatakan oleh al-Imam an-Nawawi dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim yang artinya:
“yang benar dalam masalah nikah mut’ah ini adalah bahwa pernah dibolehkan dan kemudian diharamkan sebanyak dua kali; yakni dibolehkan sebelum perang Khaibar, tapi kemudian diharamkan ketika perang Khaibar. Kemudian dibolehkan selama tiga hari ketika fathu Makkah, atau hari perang Authas, kemudian setelah itu diharamkan untuk selamanya sampai hari kiamat”.
Alasan kenapa ketika itu dibolehkan melaksanakan nikah mut’ah, karena ketika itu dalam keadaan perang yang jauh dari istri, sehingga para sahabat yang ikut perang merasa sangat berat. Dan lagi pada masa itu masih dalam masa peralihan dari kebiasaan zaman jahiliyah. Jadi wajar jika Allah memberikan keringanan (rukhshah) bagi para sahabat ketika itu.
Ada pendapat yang membolehkan nikah mut’ah ini berdasarkan fatwa sahabat Ibnu Abbas r.a., padahal fatwa tersebut telah direvisi oleh Ibnu Abbas sendiri, sebagaimana disebutkan dalam kitab fiqh as-sunnah yang artinya:
Diriwayatkan dari beberapa sahabat dan beberapa tabi’in bahwa nikah mut’ah hukumnya boleh, dan yang paling populer pendapat ini dinisbahkan kepada sahabat Ibnu Abbas r.a., dan dalam kitab Tahzhib as-Sunan dikatakan: sedangkan Ibnu Abbas membolehkan nikah mut’ah ini tidaklah secara mutlak, akan tetapi hanya ketika dalam keadaan dharurat. Akan tetapi ketika banyak yang melakukannya dengan tanpa mempertimbangkan kedharuratannya, maka ia merefisi pendapatnya tersebut. Ia berkata: “inna lillahi wainna ilaihi raji’un, demi Allah saya tidak memfatwakan seperti itu (hanya untuk kesenangan belaka), tidak seperti itu yang saya inginkan. Saya tidak menghalalkan nikah mut’ah kecuali ketika dalam keadaan dharurat, sebagaimana halalnya bangkai, darah dan daging babi ketika dalam keadaan dharurat, yang asalnya tidak halal kecuali bagi orang yang kepepet dalam keadaan dharurat. Nikah mut’ah itu sama seperti bangkai, darah, dan daging babi, yang awalnya haram hukumnya, tapi ketika dalam keadaan dharurat maka hukumnya menjadi boleh”
Namun demikian, pendapat yang menghalalkan nikah mut’ah tersebut tidaklah kuat untuk dijadikan dasar hukum. Sedangkan pendapat yang mengharamkannya dasar hukumnya sangat kuat, sebab dilandaskan di atas hadis shahih yang artinya :
“Diriwayatkan bahwa sahabat Ali r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. melarang nikah mut’ah ketika perang Khaibar” Hadis dianggap shahih oleh imam Bukhari dan Muslim.
Hadis lain menyatakan:
“Diriwayatkan bahwa sahabat Salamah bin al-Akwa’ r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. memperbolehkan nikah mut’ah selama tiga hari pada tahun Authas (ketika ditundukkannya Makkah, fathu Makkah) kemudian (setelah itu) melarangnya” HR. Muslim.
Di hadis lain disebutkan:
“Diriwayatkan dari Rabi’ bin Sabrah r.a. sesungguhnya rasulullah s.a.w. bersabda: “wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku pernah mengizinkan nikah mut’ah, dan sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat, oleh karenanya barangsiapa yang masih mempunyai ikatan mut’ah maka segera lepaskanlah, dan jangan kalian ambil apa yang telah kalian berikan kepada wanita yang kalian mut’ah” HR. Muslim, Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban.
Hadis-hadis tersebut cukup kuat untuk dijadikan pijakan menetapkan hukum haram bagi nikah mut’ah, dan sangat terang benderang menjelaskan bahwa Islam melarang nikah mut’ah. Oleh karena itu, jika saat ini ada yang melaksanakan nikah mut’ah maka ia telah dianggap melanggar ajaran Islam dan secara otomatis nikahnya tersebut batal, sebagaimana disebutkan oleh al-Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim:
“Para ulama sepakat (ijma’) bahwa jika saat ini ada yang melaksanakan nikah mut’ah maka hukumnya tidak sah (batal), baik sebelum atau sesudah dilakukan hubungan badan”
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa nikah mut’ah pernah dibolehkan ketika zaman Rasul s.a.w. masih hidup, tapi kemudian diharamkan oleh rasulullah s.a.w. sampai hari kiamat. Jika ada yang melaksanakan nikah mut’ah pada masa sekarang, maka nikah mut’ah tersebut hukumnya batal.
Dengan begitu, kiranya pertanyaan ibu sudah terjawab semuanya. Sebenarnya melalui pertanyaan yang ibu ajukan, saya menangkap kesan bahwa ibu sudah tidak yakin dengan sahnya nikah mut’ah yang ibu lakukan. Berkali-kali ibu menyebutkan ingin “nikah sesungguhnya”. Apalagi pernikahan ibu dilakukan “dengan tanpa diketahui siapapun”. Sedangkan dalam Islam pernikahan selain harus ada wali juga harus ada yang menjadi saksi, sehingga tetap harus ada orang yang menyaksikan. Selain itu, ajaran Islam juga sangat menganjurkan adanya walimah (semacam pesta). Tujuannya, agar semakin banyak orang yang menjadi saksi bahwa kedua orang tersebut telah menjalin ikatan pernikahan. Saksi ini penting, karena setelah akad nikah selesai kedua mempelai, yakni suami dan istri, saling mempunyai hak-hak perdata, misalnya dalam hal warisan. Jika ada sengketa di kemudian hari, misalnya, maka kedudukan istri untuk menuntut haknya akan semakin kuat, karena ada banyak saksi. Ketentuan ini tentu tidak berlaku terhadap nikah mut’ah, karena dalam nikah mut’ah ketika jangka waktu pernikahan telah habis, maka tanpa talakpun secara otomatis tidak ada lagi hubungan antara kedua orang tersebut. Dan jangan lupa, dalam nikah mut’ah istri tidak berhak mendapat warisan dari suami, ketika, misalnya, suaminya tersebut meninggal. Tegasnya, dengan nikah mut’ah, para wanita yang menjadi istri kedudukannya sangatlah lemah. Oleh karenanya Islam melarang nikah mut’ah tersebut.
Apabila kita renungkan dengan hati yang jernih, betapa ajaran Islam itu sangat indah, jika dilaksanakan dengan tulus ikhlas, sesuai dengan kehendak Allah SWT. Sekarang tinggal kemauan dan kesungguhan dari kita, umat manusia, untuk tunduk dan mematuhi sabda rasulullah s.a.w. tersebut. Kemuliaan di sisi Allah SWT adalah bagi orang yang rela mendahulukan dan tunduk kepada aturan-aturanNya sebagaimana disampaikan oleh utusanNya. Oleh karenanya, saya menyarankan kepada ibu, selagi masih ada kesempatan segeralah menyatakan penyesalan secara bersungguh-sungguh dengan bertaubat, dan mulailah dengan ikatan pernikahan yang diridhai oleh Allah SWT. Yakinlah, bahwa ampunan Allah itu maha luas, dan tetapkan hati bahwa Allah ‘azza wajalla akan senantiasa bersama orang yang tunduk terhadap aturan-aturanNya.Wallahu a’lam bi as-shawab (Oleh Drs. H. Sholahudin al Aiyub, M.Sc)

MOGE

INGIN TAHU MOGE KELUARAN BARU YAMAHA? PENASARAN, BACA DISINI!!!!!