iklan

BIG PROMO

PASANG IKLAN

INGIN BERIKLAN DISINI? CARANYA GAMPANG,

, KLIK DISINI!!!!

BIG PROMO

MAKE YOUR DOLLARS HERE!!!!

MOHON BANTUAN ANDA SEMUA

PENTING!!!!SEBELUM MEMBACA,,,!!!!!COBA !!!!!!KLIK DISINI!!!!!!!!!!



Kamis, 27 Juni 2013

FPI: Thamrin Amal Tomagola Layak Disiram Air

FPI: Thamrin Amal Tomagola Layak Disiram Air

Marieska Harya Virdhani - Okezone
DEPOK - Front Pembela Islam (FPI) Depok mendukung sikap Panglima Komando Laskar Islam FPI Munarman, yang menyiram sosiolog Thamrin Amal Thomagola di tengah diskusi 'Apa Kabar Indonesia Pagi' di TVOne, Jumat (28/6/2013).

Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri, memuji sikap Munarman karena menurutnya Thamrin Tomagola memang layak disiram.

"Bagus! Thamrin layak mendapatkan siraman itu," ujarnya kepada Okezone, Jumat (28/06/2013).

Idrus mengatakan sejak awal tahun 2000, Thamrin selalu menyalahkan muslim Ambon dalam kasus pembantaian umat Islam di Ambon tahun 1999. Begitu juga pada kasus pembantaian umat Islam di Poso sepanjang kasus tahun 1998 sampai 2000.

"Dia juga sering menyalahkan Umat Islam dalam kasus Ahmadiyah dimana saja. Dan hampir di setiap dialog dan ceramah, dia selalu menghina FPI dan selalu memfitnah umat Islam sebagai pihak intoleransi," paparnya.

Idrus menambahkan dalam sidang MK tentang Judicial Review UU Anti penodaan agama tahun 2010, ia mendengar langsung dalam ruang sidang pernyataannya dalam membela Ahmadiyah bahwa jika ingin objektif menilai agama-agama dan aneka keyakinan, maka kita harus tanggalkan dulu baju agama.

"Thamrin kerap menghina masyarakat Dayak dengan tuduhan bahwa sex bebas adalah tradisi Dayak, sehingga dia diadili dalam sidang Adat Dayak. Jika saya mau rinci ada 1001 hinaan yang dilontarkannya terhadap gerakan Islam maupun bangsa Indonesia. Dalam dialog TVOne pagi tadi, Munarman menyiramnya karena dia selalu memotong pembicaraan dan terus mengalihkan pokok pembicaraan tanpa etika dialog," tukasnya.

Idrus menambahkan FPI sepenuhnya mendukung tindakan Munarman apalagi sebagai Ketua DPP FPI Bidang Nahi Munkar. FPI, kata Idrus, selalu siap jika Thamrin akan memperpanjang kasus tersebut.

"Siraman kopi Munarman tidak ada artinya kalau dibandingkan dengan rasa sakit umat Islam, umat Islam saat ini harus sadar siapa kawan dan siapa lawan, kami bukan preman, Thamrin yang preman cuma bedanya dia preman intektual tapi pada dasarnya dia itu enggaa beda dengan preman kelas teri," tukasnya.

DAFTAR HARGA CASH DAN KREDIT MONSTRAC

PRICE LIST MONSTRAC


TYPE
DP
12
18
24
30
36
MMT 
ECONOS
8.600.000
2.000.000
2.500.000
3.000.000
3.500.000
715.000
665.000
615.000
565.000
523.000
487.000
451.000
414.000
429.000
400.000
370.000
341.000
374.000
348.000
323.000
297.000
338.000
315.000
293.000
270.000
GT 200
15.550.000
3.500.000
4.000.000
4.500.000
5.000.000
1.280.000
1.230.000
1.180.000
1.130.000
936.000
900.000
863.000
827.000
768.000
738.000
709.000
680.000
668.000
643.000
618.000
592.000
605.000
582.000
560.000
537.000
GT 200R
16.650.000
3.500.000
4.000.000
4.500.000
5.000.000
1.383.000
1.333.000
1.283.000
1.232.000
1.011.000
975.000
938.000
902.000
829.000
800.000
770.000
741.000
722.000
696.000
671.000
646.000
653.000
631.000
608.000
585.000
GT 200S
17.700.000
3.500.000
4.000.000
4.500.000
5.000.000
1.501.000
1.451.000
1.401.000
1.351.000
1.097.000
1.061.000
1.025.000
988.000
900.000
870.000
841.000
812.000
783.000
758.000
733.000
707.000
709.000
688.000
663.000
541.000
GT RX 200
17.800.000
3.500.000
4.000.000
4.500.000
5.000.000
1.511.000
1.461.000
1.411.000
1.361.000
1.105.000
1.068.000
1.032.000
966.000
906.000
877.000
847.000
818.000
789.000
763.000
738.000
712.000
709.000
688.000
663.000
541.000
GTX 200
17.800.000
4.000.000
4.500.000
5.000.000
5.500.000
1.672.000
1.622.000
1.572.000
1.522.000
1.222.000
1.186.000
1.150.000
1.113.000
1.002.000
973.000
944.000
914.000
873.000
847.000
822.000
797.000
790.000
767.000
744.000
721.000
ENDURO
21.150.000
4.500.000
5.000.000
5.500.000
6.000.000
1.756.000
1.706.000
1.656.000
1.605.000
1.283.000
1.247.000
1.211.000
1.175.000
1.053.000
1.023.000
994.000
965.000
917.000
891.000
866.000
841.000
830.000
807.000
784.000
761.000
SBK 250
25.600.000
5.500.000
6.000.000
6.500.000
7.000.000
2.113.000
2.063.000
2.013.000
1.963.000
1.545.000
1.509.000
1.472.000
1.436.000
1.267.000
1.238.000
1.209.000
1.179.000
1.104.000
1.078.000
1.053.000
1.027.000
999.000
967.000
953.000
930.000

Skor Spanyol vs Italia 7-6, Hasil Pertandingan Piala Konfederasi

FORTALEZA,BB – Pertandingan semifinal Spanyol vs Italia berakhir dengan skor 7-6 lewat drama adu penalti Jumat dinihari tadi, 28 Juni 2013 Waktu Indonesia.
Hasil ini akan mempertemukan partai final ideal pada Piala Konfederasi 2013, seperti didambakan banyak pecinta bola. Spanyol bakal menantang tuan rumah Brasil di Estadio Maracana, Rio de Janeiro, Minggu malam 30 Juni 2013 atau Senin 1 Juli 2013 pagi WIB.
Sepanjang 120 menit termasuk masa perpanjangan waktu pertandingan, kedua tim bermain seri tanpa gol. Pemenang pun ditentukan melalui adu penalti.
Leonardo Bonucci adalah penendang terakhir Italia yang gagal memasukkan bola saat eksekusi adu penalti ketujuh.
Antonio Candreva dan Xavi Hernandez sebagai penendang pertama mampu menjebol gawang lawaannya. Kemudian hasil baik juga dicetak oleh penendang kedua oleh Alberto Aquilani dan Andres Iniesta.
Daniele De Rossi dan Gerard Pique tak mau kalah dengan membuat gol yang mengecoh penjaga gawang kiper lawan. Lalu Sebastian Giovinco sukses, Sergio Ramos, Andrea Pirlo dan Juan Mata.
Tembakan Riccardo Montolivo dan Sergio Busquets masih juga tak teratasi kiper lawan. Setelah melihat tembakan Bonucci melenceng jauh dari sasaran, Jesus Navas penendang selanjutnya menyelesaikan gol penalti dengan baik.
Spanyol (4-3-3): Casillas; Jordi Alba, Pique, Sergio Ramos, Arbeloa; Busquets, Xavi, Iniesta; Pedro (Juan Mata ’78), David Silva (Jesus Navas ’52), Torres (Javi Martinez ’93).
Italia (3-2-4-1): Buffon; Barzagli (Riccardo Montolivo ’46), Bonucci, Chiellini; Pirlo, De Rossi; Giaccherini, Marchisio (Aquilani ’79), Candreva, Maggio; Gilardino (Giovinco ’91).

SKANDAL PEJABAT



Pejabat Idaman
Sebagai rakyat yang ta’at pajak, seluruh warga indonesia menginginkan pejabat-pejabat yang amanah, bertanggungjawab, merakyat dan bisa dijadikan suri tauladan yang baik, sehingga kami bisa mencontoh para pemimpin kami.
Kami masyarakat indonesia menginginkan sosok pemimpin  yang bisa kami banggakan disaat kami berada diluar tanah air, sehingga saat kami diluar negri, kami tidak diangap remeh. BUKAN ITU YANG KAMI MAU.
 Kami masyarakat indonesia merindukan sosok pemimpin  yang bisa mengamankan kami disaat kami dalam  ketakutan, sehingga kami bisa melangkah bebas tanpa rasa takut akan keselamatan kami, bayangkan, sekarang banyak preman dan perampok yang berani merampok disiang hari, sampai membunuh.
Kami masyarakat indonesia mendambakan sosok pemimpin  yang selalu berada disisi kami disaat kami sedang kesusahan, sehingga kami bisa mengenal kepribadian pemimpin kami, bukan pemimpin yang selalu “KUNGKER” ke luar negri, sampai-sampai intensitas berkunjung ke luar negri melebihi kunjungan ke masyarakat, sampai kami bingung, apakah anda pemimpin kami atau pemimpin negara lain? BUKAN ITU YANG KAMI MAU!!!!!
Kami masyarakat indonesia mengharapkan sosok pemimpin  yang bisa berhemat, disaat negara kami sedang  dalam keadaan “APBN TERJEPIT SUBSIDI”, bukan pemimpin yang suka boros, foya-foya, bahkan memperkaya diri sendiri disaat masa “APBN TERJEPIT”, BUKAN ITU YANG KAMI MAU!!!!!.
Kami masyarakat indonesia menantikkan sosok pemimpin  yang berdiri di depan dalam membela negara ini, khususnya kaum fakir miskin, kami tidak butuh pemimpin yang tidak ikhlas, kami tidak ingin pemimpin yang selalu meminta gajinya terus dinaikkan setiap tahun. BUKAN ITU YANG KAMI MAU!!!!!
Kami masyarakat indonesia menantikkan sosok pemimpin  yang  amanah, yang bisa menggunakan seluruh alat dinas untuk memakmurkan rakyat, bukan digunakan untuk keperluan pribadi, bukan untuk mewah-mewahan.
Kami menginginkan sosok pemimpin  seperti Nabi MUHAMMAD S.A.W, beliau satu-satunya pemimpin kerajaan yang kaya, tapi tidur beralaskan pelepah daun kurma, beliau merelakan hartanya untuk rakyat.
Kami menginginkan sosok pemimpin seperti Abu bakar siddiq R.A, beliau sahabat Nabi yang amanah dalam menjalankan kerajaannya.
Kami menginginkan sosok pemimpin seperti U’mar bin  khotthob R.A, beliau sahabat Nabi merelakan hartanya untuk rakyat, bahkan beliau tidur diatas tanah.
Kami menginginkan sosok pemimpin  seperti ‘Utsman bin ‘affan R.A, beliau sahabat Nabi yang menjalankan roda pemerintahannya dengan adil.
Kami menginginkan sosok pemimpin seperti  ‘Ali R.A, beliau sahabat Nabi yang bijak dalam memimpin rakyatnya, bahkan jika ada tamu yang datang dimalam hari bukan urusan rakyat, beliau mematikan lampu, karena lampunya dibeli dari biaya rakyat.
Begitulah Nabi dan para sahabatnya dipercaya memimpin karena mereka amanah, dan menjadikan jabatan sebagai alat memakmurkan rakyat, bukan untuk memperkaya diri.
Karena keadilan dan keamanahan Nabi dan sahabat bisa memakmurkan rakyat terdengar sampai ke negri tetangga yang pemimpinnya dzalim, maka penduduknya bersedia masuk islam dan minta dibebaskan dari pemimpin yang dzalim, yang memperkaya diri sendiri.
Oleh karena itu, bagi pemimpin, baik itu eksekutif, legislatif, yudikatif, dan semua elemen yang mendukung pemerintah,
JIKA KALIAN INGIN DICINTAI OLEH RAKYAT, MAKA CINTAILAH RAKYATMU,
JIKA KALIAN INGIN DIHORMATI OLEH RAKYAT, MAKA HORMATILAH RAKYATMU,
INGAT!!!!KALIAN DIPILIH OLEH RAKYAT SEBAGAI PEJABAT YANG BERTUGAS MELAYANI, MENGAYOMI RAKYAT, KARENA KAMI YANG MEMBAYAR KALIAN LEWAT PAJAK.
 

Dua kelompok anestesi



Obat untuk menghilangkan nyeri terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu analgetik dan anestesi. Analgetik adalah obat pereda nyeri tanpa disertai hilangnya perasaan secara total. seseorang yang mengkonsumsi analgetik tetap berada dalam keadaan sadar. Analgetik tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri, tetapi selalu meringankan rasa nyeri.
Beberapa jenis anestesi menyebabkan hilangnya kesadaran, sedangkan jenis yang lainnya hanya menghilangkan nyeri dari bagian tubuh tertentu dan pemakainya tetap sadar.

Tipe anestesi

Beberapa tipe anestesi adalah:
  • Pembiusan total — hilangnya kesadaran total
  • Pembiusan lokal — hilangnya rasa pada daerah tertentu yang diinginkan (pada sebagian kecil daerah tubuh).
  • Pembiusan regional — hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan dengannya
Pembiusan lokal atau anestesi lokal adalah salah satu jenis anestesi yang hanya melumpuhkan sebagian tubuh manusia dan tanpa menyebabkan manusia kehilangan kesadaran. Obat bius jenis ini bila digunakan dalam operasi pembedahan, maka setelah selesai operasi tidak membuat lama waktu penyembuhan operasi.

Anestesiologis dengan empat rangkaian kegiatan

Anestesi dilakukan oleh dokter spesialis anestesi atau anestesiologis. Dokter spesialis anestesiologi selama pembedahan berperan memantau tanda-tanda vital pasien karena sewaktu-waktu dapat terjadi perubahan yang memerlukan penanganan secepatnya.
Empat rangkaian kegiatan yang merupakan kegiatan sehari-hari dokter anestesi adalah:
  • Mempertahankan jalan napas
  • Memberi napas bantu
  • Membantu kompresi jantung bila berhenti
  • Membantu peredaran darah
  • Mempertahankan kerja otak pasien.

Sejarah anestesi

Eter ([CH3CH2]2O) adalah salah satu zat yang banyak digunakan sebagai anestesi dalam dunia kedokteran hingga saat ini. Eter ditemukan seorang ahli kimia berkebangsaan Spanyol, Raymundus Lullius pada tahun 1275. Lullius menamai eter "sweet vitriol". Eter pertama kali disintesis Valerius Cordus, ilmuwan dari Jerman pada tahun 1640. Kemudian seorang ilmuwan bernama W.G. Frobenius mengubah nama "sweet vitriol" menjadi eter pada tahun 1730. Sebelum penemuan eter, Priestly menemukan gas nitrogen-oksida pada tahun 1777, dan berselang dua tahun dari temuannya itu, Davy menjelaskan kegunaan gas nitrogen-oksida dalam menghilangkan rasa sakit.
Sebelum tahun 1844, gas eter maupun nitrogen-oksida banyak digunakan untuk pesta mabuk-mabukan. Mereka menamai zat tersebut "gas tertawa", karena efek dari menghirup gas ini membuat orang tertawa dan lupa segalanya.
Penggunaan eter atau gas nitrogen-oksida sebagai penghilang sakit dalam dunia kedokteran sebenarnya sudah dimulai Horace Wells sejak tahun 1844. Sebagai dokter gigi, ia bereksperimen dengan nitrogen-oksida sebagai penghilang rasa sakit kepada pasiennya saat dicabut giginya. Sayangnya usahanya mempertontonkan di depan mahasiswa kedokteran John C. Warren di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston gagal, bahkan mendapat cemoohan. Usahanya diteruskan William Thomas Green Morton.
Morton adalah sesama dokter gigi yang sempat buka praktik bersama Horace Wells pada tahun 1842. Ia lahir di Charlton, Massachusetts, Amerika Serikat pada tanggal 9 Agustus 1819. Pada usia 17 tahun, ia sudah merantau ke Boston untuk berwirausaha. Beberapa tahun kemudian mengambil kuliah kedokteran gigi di Baltimore College of Dental Surgery. Morton meneruskan kuliah di Harvard pada tahun 1844 untuk memperoleh gelar dokter. Namun karena kesulitan biaya, tidak ia teruskan. Pada tahun yang sama, ia menikah dengan Elizabeth Whitman dan kembali membuka praktik giginya. Ia berkonsentrasi dalam membuat dan memasang gigi palsu serta cabut gigi. Suatu pekerjaan yang membutuhkan cara menghilangkan rasa sakit.
Morton berpikir untuk menggunakan gas nitrogen-oksida dalam praktiknya sebagaimana yang dilakukan Wells. Kemudian ia meminta gas nitrogen-oksida kepada Charles Jackson, seorang ahli kimia ternama di sekolah kedokteran Harvard. Namun Jackson justru menyarankan eter sebagai pengganti gas nitrogen-oksida.
Morton menemukan efek bius eter lebih kuat dibanding gas nitrogen-oksida. Bahkan pada tahun 1846 Morton mendemonstrasikan penggunaan eter dalam pembedahan di rumah sakit umum Massachusetts. Saat pasien dokter Warren telah siap, Morton mengeluarkan gas eter (atau disebutnya gas letheon) yang telah dikemas dalam suatu kantong gas yang dipasang suatu alat seperti masker. Sesaat pasien yang mengidap tumor tersebut hilang kesadaran dan tertidur. Dokter Warren dengan sigap mengoperasi tumor dan mengeluarkannya dari leher pasien hingga operasi selesai tanpa hambatan berarti.
Tanggal 16 Oktober 1846 menjadi hari bersejarah bagi dunia kedokteran. Demonstrasi Morton berhasil dengan baik dan memicu penggunaan eter sebagai anestesi secara besar-besaran. Revolusi pembedahan dimulai dan eter sebagai anestesi dipakai hingga saat ini. Ia bukanlah yang pertama kali menggunakan anestesia, namun berkat usahanyalah anestesia diakui dunia kedokteran. Wajar jika Morton masuk dalam 100 orang paling berpengaruh dalam sejarah dunia dalam buku yang ditulis William H. Hart beberapa tahun yang lalu.
Di balik kesuksesan zat anestesi dalam membius pasien, para penemu dan penggagas zat anestesi telah terbius ketamakan mereka untuk memiliki dan mendapatkan penghasilan dari paten anestesi yang telah digunakan seluruh dokter di seluruh bagian dunia.
Terjadilah perseteruan di antara Morton, Wells, dan Jackson. Masing-masing mengklaim zat anestesi adalah hasil penemuannya. Di tempat berbeda, seorang dokter bernama Crawford W. Long telah menggunakan eter sebagai zat anestesi sejak tahun 1842, empat tahun sebelum Morton memublikasikan ke masyarakat luas. Ia telah menggunakan eter di setiap operasi bedahnya. Sayang, ia tidak memublikasikannya, hanya mempraktikkan untuk pasien-pasiennya. Sementara ketiga dokter dan ilmuwan yang awalnya adalah tiga sahabat itu mulai besar kepala, dokter Long tetap menjalankan profesinya sebagai dokter spesialis bedah.
Wells, Morton, dan Jackson menghabiskan hidupnya demi pengakuan dari dunia bahwa zat anestesi merupakan hasil temuannya. Morton selama dua puluh tahun menghabiskan waktu dan uangnya untuk mempromosikan hasil temuannya. Ia mengalami masalah meskipun ia telah mendaftarkan hak patennya di lembaga paten Amerika Serikat (U.S. Patent No. 4848, November 12, 1846). Ketika tahun 1847 dunia kedokteran mengetahui, zat yang digunakan adalah eter yang telah digunakan sejak abad 16, Morton tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk mendapat keuntungan dari patennya. Jackson juga mengklaim, dirinya juga berhak atas penemuan tersebut.
Ketika Akademi Kedokteran Prancis menganugerahkan penghargaan Monthyon yang bernilai 5.000 frank di tahun 1846, Morton menolak untuk membaginya dengan Jackson. Ia mengklaim, penemuan tersebut adalah miliknya pribadi. Sementara itu, Wells mencoba eksperimen dengan zat lain (kloroform) sebagai bahan anestesi.
Selama bertahun-tahun Morton menghabiskan waktu dan materi untuk mengklaim patennya. Ia mulai stres dan tidak memedulikan lagi klinik giginya. Morton meninggal tanggal 15 Juli 1868 di usia 49 tahun di Rumah Sakit St. Luke's, New York. Begitu juga dengan Jackson yang meninggal dalam keadaan gila dan Wells yang meninggal secara mengenaskan dengan cara bunuh diri.(Dewi Marthaningtyas:"Terbius Memburu Paten Gas Tertawa", Cakrawala, 2005).

Penggunaan obat-obatan dalam anestesi

Dalam membius pasien, dokter anestesi memberikan obat-obatan (suntik, hirup, ataupun lewat mulut) yang bertujuan menghilangkan rasa sakit (pain killer), menidurkan, dan membuat tenang (paraytic drug). Pemberian ketiga macam obat itu disebut triangulasi.
Bermacam obat bius yang digunakan dalam anestesi saat ini seperti:

Gejala siuman (awareness)

Sering terjadi pasien ternyata dapat merasa dan sadar dari pengaruh bius akibat obat pembius yang tidak bekerja dengan efektif. Secara statistik, Dr. Peter Sebel, ahli anestesi dari Universitas Emory yang dikutip Time terbitan 3 November 1997 mengungkapkan bahwa dari 20 juta pasien yang dioperasi setiap tahunnya di Amerika Serikat, 40.000 orang mengalami gejala siuman tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, dalam pertemuan tahunan sekitar bulan Oktober 1997, Persatuan Dokter Ahli Anestesi Amerika ditawari suatu alat yang disebut Bispectral Index Monitor yang akan memberi peringatan bahwa pasien yang sedang dioperasi mengalami gejala siuman atau menjelang "bangun dari tidurnya".Penemu alat tersebut adalah Dr. Nassib Chamoun, seorang dokter ahli saraf (neurologist) asal Yordania. Dengan menggunakan prinsip kerja dari alat yang sudah ada, yaitu piranti yang disebut EEG (Electroencephalography). Alat yang ditemukan Dr. Chamoun itu mampu memonitor potensi listrik yang ditimbulkan oleh aktivitas "jaringan otak manusia".
Alat ini dapat menunjukkan derajat kondisi siuman pasien yang sedang menjalani suatu pembedahan. Angka "100" menunjukkan pasien dalam keadaan "siuman sepenuhnya". Bila jarum menunjukkan angka "60" berarti pasien dalam kondisi "siap untuk dioperasi". Angka "0" menandakan pasien mengalami "koma yang dalam".
Dengan mengamati derajat siuman dari alat ini, dokter anestesi dapat menambahkan obat pembiusan apabila diperlukan, atau memberikan dosis perawatan kepada pasien yang telah mengalami kondisi ideal untuk dilakukan operasi. Di samping itu, dokter bedah dapat dengan tenang menyelesaikan operasinya sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Pemilihan teknik anestesi

Pemilihan teknik anestesi adalah suatu hal yang kompleks, memerlukan kesepakatan dan pengetahuan yang dalam baik antara pasien dan faktor-faktor pembedahan. Dalam beberapa kelompok populasi pasien, pembiusan regional ternyata lebih baik daripada pembiusan total.Blokade neuraksial bisa mengurangi risiko thrombosis vena, emboli paru, transfusi, pneumonia, tekanan pernafasan, infark miokardial dan kegagalan ginjal.